Kegiatan PkM dipimpin oleh Dr. Yadi Fahmi Arifudin, M.Pd.I. dengan melibatkan Dr. Agus Susanto, S.Pd.I., M.M., Nurhasan, S.Pd.I., M.Pd., Defi Tri Mulyani, S.Pd., Shinta Diana, S.Pd., dan Ilham Tafriji, S.Pd. Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Program ini dilatarbelakangi oleh perubahan karakteristik peserta didik, khususnya Generasi Alpha, yang tumbuh bersama perangkat digital, internet, serta berbagai bentuk konten visual dan interaktif. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus mengembangkan strategi dan media pembelajaran yang mampu meningkatkan perhatian, motivasi, dan partisipasi aktif peserta didik.
18 Guru Ikuti Pelatihan dan Praktik Animaker
Sebanyak 18 guru SDN Wadas IV Karawang terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan melalui rangkaian ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep media pembelajaran digital, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan media animasi menggunakan platform Animaker.
Dalam sesi praktik, para guru mendapatkan pendampingan mulai dari pengenalan Animaker, pemilihan template, penyusunan storyboard dan narasi, pengaturan karakter, teks, suara, serta elemen visual hingga pengembangan video animasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.
Materi kegiatan juga diarahkan pada penguatan pemahaman mengenai karakteristik Generasi Alpha dan keterampilan abad ke-21, khususnya critical thinking, creativity, communication, dan collaboration (4C). Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperindah tampilan materi, tetapi menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada peserta didik.
Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Kompetensi Guru
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Nilai rata-rata pretest sebesar 72,77 meningkat menjadi 77,77 pada posttest. Hasil tersebut menunjukkan adanya penguatan pengetahuan dan keterampilan guru setelah mengikuti rangkaian pelatihan pemanfaatan Animaker.
Perubahan juga terlihat pada cara pandang peserta terhadap penggunaan animasi. Jika sebelumnya animasi cenderung dipahami sebagai konten hiburan, setelah mengikuti kegiatan para guru mulai melihat Animaker sebagai media pedagogis yang dapat membantu menjembatani materi yang abstrak menjadi lebih konkret, visual, dan menarik bagi peserta didik.
Pada tahap praktik, guru dilatih menyusun storyboard, memilih template, mengatur karakter, teks, narasi, serta efek visual. Guru juga mulai mampu mengembangkan media animatif secara lebih mandiri dan menghubungkannya dengan materi serta aktivitas pembelajaran di kelas.
Pemanfaatan Animaker turut mendorong pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik. Media animasi dapat digunakan sebagai pemantik diskusi, tanya jawab, tugas berbasis proyek, maupun kegiatan refleksi sehingga teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat presentasi, tetapi menjadi bagian dari proses interaksi pembelajaran.
Dorong Keberlanjutan Inovasi Pembelajaran Digital
Pelaksanaan PkM juga mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam pemanfaatan media digital, antara lain keterbatasan perangkat TIK, kestabilan jaringan internet, keterbatasan waktu guru dalam mengembangkan media di tengah beban pekerjaan, serta perbedaan tingkat penguasaan teknologi antarguru.
Untuk menjawab tantangan tersebut, program mendorong adanya pelatihan berjenjang, pendampingan berbasis praktik, pengembangan komunitas belajar antarguru, penguatan fasilitas teknologi, serta dukungan kebijakan sekolah. Kolaborasi antarguru menjadi penting agar media yang telah dikembangkan dapat dibagikan, dimodifikasi, dan digunakan secara lebih luas dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam FAI UNSIKA terus memperkuat perannya dalam mengintegrasikan keilmuan pendidikan, pengembangan teknologi pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi dengan SDN Wadas IV diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi pendampingan dan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.
Kegiatan PkM ini diharapkan menjadi praktik baik yang dapat dikembangkan di sekolah lainnya. Dengan meningkatnya kemampuan guru dalam memanfaatkan media digital seperti Animaker, proses pembelajaran diharapkan semakin interaktif, kreatif, kontekstual, dan relevan dengan karakteristik Generasi Alpha.

